Kaum Muda hari Minggu (17/5) membentuk Aliansi Aceh Peduli Rohingya
dengan mengerahkan relawan gabungan lintas komunitas guna menggalang
dana untuk pengungsi Rohingya dan Bangladesh di Aceh dan Sumatera Utara.
Warga Kota Langsa, Nurul Qamari dari Komunitas Perempuan Peduli
mengatakan Minggu (17/5), kegiatan seluruh relawan termasuk distribusi
berbagai bentuk bantuan dari sejumlah organisasi terhadap pengungsi
Rohingya-Bangladesh berada langsung dibawah kendali petugas pemerintah
lokal.
Nurul mengatakan, “Distribusi bantuan cukup banyak dari pemerintah
(gabungan) dan bantuan langsung oleh warga, kemarin kami disana langsung
mengakses para pengungsinya.”
Petugas pemerintah membangun posko induk kesehatan, tambah Nurul,
pemerintah medirikan dapur umum dan posko distribusi logistik untuk
pengungsi. Menurut Nurul Beberapa pengungsi tampak lemah, mengalami
dehidrasi, trauma dengan kondisi kesehatan cukup kritis, dan hingga
Minggu beberapa di antaranya anak dan beberapa pengungsi dewasa masih
mendapat perawatan intensip petugas medis, baik di posko kesehatan
pengungsian maupun yang dilarikan ke rumah sakit.
Petugas pemerintah melaporkan, imigran Rohingya-Bangladesh berjumlah
790 jiwa pencari suaka hari Jumat lalu (15/5) diselamatkan nelayan Aceh
setelah kapal yang mereka tumpangi mengalami kerusakan. Saksi mata
nelayan mengatakan, sebelum berhasil diselamatkan, ratusan pengungsi
Rohingya-Bangladesh ditemukan kritis, terapung dan terombang ambing di
laut dekat perairan Aceh Timur. Sepekan sebelumnya (10/5) nelayan Aceh
menyelamatkan 582 jiwa warga Rohingya-Bangladesh di lepas pantai
kabupaten Aceh Utara, yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka.
Tokoh Masyarakat Aceh Nurdin Hasan berada di lapangan hingga hari
Minggu (17/5), melalui pesan singkat ponselnya menganjurkan kepada para
penyumbang agar membantu mendonasikan sandal, kain sarung, mukena dan
kupiah, terutama alat komunikasi telepon seluler (ponsel), pengungsi
membutuhkan ponsel untuk menghubungi keluarganya di Myanmar dan
Bangladesh. Sementara, Lintas komunitas pemuda disejumlah kota-kota
kunci di Aceh terus menggalang dana dan membuka posko Aliansi Aceh
Peduli Rohingya berpusat di Banda Aceh dengan Koordinator M. Basry dapat
dihubungi melalui ponsel +62 85260056335.
Anggota Parlemen Aceh Komisi Luar Negeri Bardan Sahidi menekankan
keutamaan para pemimpin negara di dunia proaktif menghentikan dugaan
praktik diskriminasi dan pelanggaran Hak Asasi Manusia yang diduga
didalangi oleh junta militer yang berkuasa di Myanmar.
“Kepada para pemimpin (dunia) agar mengambil langkah strategis
mengakhiri genosida dan pembunuhan terhadap mulsim Rohingya di Myanmar,”
kata Bardan.
Media jaringan lokal Aceh melaporkan, Wakil Gubenur Aceh Muzakir
Manaf hari Sabtu (16/5) melihat dari dekat kondisi dan penanganan
pengungsi di dua wilayah di Aceh itu. Wagub Muzakir menekankan
pentingnya rakyat Aceh dan komunitas internasional membantu meringankan
penderitaan warga Rohingya-Bangladesh yang mengalami krisis di
negerinya.
Wagub Muzakir Manaf dalam kunjungan kerjanya di Aceh Tamiang
baru-baru ini menyatakan Aceh berkomitmen membantu para pencari suaka.
Wagub menekankan, bahwa Berapa pun jumlah etnis Rohingya (pengungsi
pencari suaka) yang terdampar, Aceh siap menampungnya.”
Pemerintah Aceh, sampai Hari Minggu telah mendistribusikan puluhan
truk bahan pangan kepada pengungsi Rohingya-Bangladesh, baik yang
ditampung di Langsa Aceh Timur maupun di Lhoksukon Aceh Utara. Otoritas
imigrasi menyatakan total pengungsi Rohingya dan Bangladesh yang
terdampar di Aceh dan Sumatera Utara mencapai 2000 jiwa.
Sebelumnya, pihak Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan
menyatakan, segera menurunkan petugas khusus,setelah membentuk satgas
bagi pencari suaka muslim Rohingya-Bangladesh di tanah air. Satuan tugas
(satgas) Rohingya-Bangladesh berada dibawah kendali langsung Presiden
RI. Selain lembaga-lembaga pemerintah terkait dan badan bantuan dunia
PBB UNHCR dan IOM, beberapa organisasi kemanusian nasional PKPU, Aksi
Cepat Tanggap (ACT) menerjunkan puluhan relawan tambahan untuk membantu
pengungsi.
Situs resmi organisasi kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap ( ACT)
melaporkan Sabtu (16/5), pihakya membangun posko Layanan Dapur Sosial
khusus untuk anak-anak di lokasi pengungsian Rohingya dan Bangladesh,
guna memulihkan keceriaan, menghibur anak-anak dengan aktivitas nonton
bareng melalui sajian film-film edukatif.
Untuk donasi warga yang ingin membantu pengungsi Rohingya di Aceh,
organisasi kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) membuka akses rekening
atas nama Program Bantuan untuk Rohingya ACT BII Syariah Nomor Rekening
27 0000 6004, saluran telpon careline 021-7414482. Jemput bantuan via
pesan singkat (SMS) 081283853434, Pin BB :27597105, atau menghubungi
email: info@act.or.id, relawan ACT akan merespon melayani kelancaran
donasi.
Selain ACT, penggalangan donasi untuk Rohingya juga disalurkan oleh
sejumlah lembaga kemanusiaan, Dompet Dhuafa, dan Rumah Zakat.
Sejak kudeta 1988, Myanmar berada di bawah kendali junta militer yang
dinilai anti demokrasi dan otoriter. Denganpopulasi 50 juta jiwa,
Myanmar memiliki luas wilayah 700 ribu kilo meter per segi atau sekitar
dua kali luas pulau Sumatera. Sebagai salah satu negara miskin di Asia,
per kapita Myanmar hanya sekitar US$ 1000, tidak lebih baik dari
Indonesia yang per kapitanya mencapai US$ 5000.